Download 124067595-swabbing PDF

Title124067595-swabbing
File Size1.3 MB
Total Pages26
Document Text Contents
Page 1

Disusun Oleh


Hendrita Kusuma

Page 2

Swabbing Job

Swabbing job/hka-241204 1



“Pekerjaan Swabbing (Swabbing Job)”
Informasi Umum

Pekerjaan swabbing ialah suatu pekerjaan untuk menimba/mengeluarkan fluida dari dalam

sumur melalui suatu rangkaian (string) khusus, seperti tubing, drill pipe, dll. Kemudian fluida

yang keluar ditampung dalam bak/tangki penampung untuk dilakukan proses berikutnya. Alat-

alat yang dipergunakan untuk pekerjaan swabbing ini disebut dengan Swab Tools.



A. Tujuan Melakukan Pekerjaan Swabbing

Pekerjaan Swabbing Dilakukan Dilapangan Umumnya Bertujuan Untuk:

1. Melakukan Uji Produksi (Production Test)

Didalam pekerjaan uji produksi ini diharapkan akan diperoleh data-data yang menyangkut

dengan produksi sumur tersebut seperti Productivity Index (PI), Water Cut (WC), dll.

Semua data yang diperoleh akan digunakan untuk menentukan ukuran dari pompa yang

akan dimasukkan kedalam sumur.

2. Melakukan Swab Dry Test

Pekerjaan ini untuk menguji apakah adanya kemungkinan terjadinya kebocoran pada pipa

selubung atau casing, packer, dll.

3. Mengambil Kembali Spent Acid

Pekerjaan ini bertujuan untuk mengeluarkan kembali asam (acid) dari dalam sumur setelah

pekerjaan pengasaman (acidizing) dilakukan agar supaya tidak terjadi kerusakan pada pipa

selubung/casing dan peralatan lainnya dikarenakan oleh asam tadi.

4. Mengurangi Hydrostatic Pressure Sumur

Pekerjaan ini bertujuan untuk mengeluarkan sejumlah fluida dari dalam sumur agar

tekanan diam cairan (hydrostatic pressure) yang ada dalam sumur ikut berkurang.

Biasanya pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan perforating dilaksanakan untuk

menghindari agar tidak terjadi penekanan pada lapisan/formasi tertentu sehingga fluida

formasi tersebut tetap bisa mengalir kedalam sumur. Adakalanya juga untuk memancing

agar sumur tersebut bisa mengelaurkan fluida sendiri (flowing).

5. Mengambil Contoh/Sample Dari Fluida

Pekerjaan ini hanya bertujuan untuk mengeluarkan beberapa liter saja dari fluida sumur

yang akan digunakan sebagai contoh/sample dari sumur tersebut.

Page 13

Swabbing Job

Swabbing job/hka-241204 12



E. Prosedur Melaksanakan Pekerjaan Swabbing

1. Pastikan bahwa mesin Rig dan mesin pompa diperlengkapi dengan exhaust cooler dan

spark arrestor

Yakinkan exhaust cooler bekerja dengan baik

Yakinkan spark arrestor terisi penuh dengan air

Jika kedua-duanya tidak ada/baik, 80 ft pipa penyambung harus dipasang untuk kedua

mesin tersebut



2. Pastikan bahwa semua sambungan drat swab mandrel, jar, sinker bar, swivel, dan rope

socket dalam kondisi baik

Periksa kondisi keausan swivel and rope socket, titik lemahnya berada pada bagian

yang aus ini



3. Rangkaikan alat-alat swab secara benar

Masukkan tubular jar antara swab mandrel dan sinker bar

Pastikan bola-bola valvenya ada dalam mandrel

Swab tool harus dipasangkan secara kuat pada sand line



4. Masukkan rangkaian alat-alat swab kedalam lubricator

Gunakan lubricator dengan 1 batang tubing yang komplit dengan oil saver hidrolis,

diatas master valve dan wing valve



5. Pasang alat swab diatas rangkaian swab dan kencangkan kuncinya dengan baik

Pastikan master valve dari swab head telah diuji sampai minimum 2000 psi dan wing

valve 1500 psi



6. Tempatkan semua alat pendukung sesuai penempatan Rig & peralatannya

Pakai tubing dan chiksan untuk saluran dari swab head ke tanki

Selang tekanan tinggi bisa digunakan dan harus tertambat dengan baik

Page 14

Swabbing Job

Swabbing job/hka-241204 13



7. Angkat alat swab dan sambungkan dengan baik lubricator ke swab head

Gunakan cat line/winch line untuk menjaga lubricator agar tetap tegak lurus selama

pekerjaan swabbing

Cangkokkan dan ikat secara benar cat line/winch line ke lubricator



8. Pasang bendera penunjuk/plastik ke sand line untuk mengingatkan Rig operator saat swab

Angkat swab tool sampai berada didalam lubricator dan pasang bendera pertama diatas

sand drum.

Ulur swab tool sampai bendera pertama berada diatas lubricator dan kemudian pasang

bendera kedua diatas sand drum (bedakan jumlah bendera pertama dan kedua).



9. Turunkan dan/atau angkat alat swab dengan kecepatan sedang

Jaga kecepatan masuk/cabut, saat swabbing siang hari, dengan kecepatan maksimum

400 ft/menit

Kecepatan agak lambat, saat swab pada malam hari, harus dijaga pada maksimum 300

ft/menit



10. Tentukan levelnya fluida dalam rangkaian saat memasukkan alat swab

Awasi batasan fluida saat alat swab menyentuh fluida tersebut didalam rangkaian kerja

Batasi mengangkat fluida maksimum 6 bbl/run. Jika tidak, sand line bisa putus



11. Dapatkan dan hitung batasan awal dari fluida (IFL) yang sebenarnya setelah mencabut alat

swab yang pertama kali

Batasan awal fluida (IFL) didapatkan dari selisih kedalaman swab pertama dengan

ketinggian kolom fluida dalam rangkaian kerja

Begitu IFL diperoleh, hitung isi rangkian kerja dan casing. Isinya diperoleh dari

jumlah isi fluida dalam rangkiana kerja dan isi casing antara OE Packer dan bahagian

paling bawah dari formasi/interval yang diswab

Page 25

Swabbing Job

Swabbing job/hka-241204 24



Contoh #2

Pekerjaan squeeze akan dilakukan pada sumur lurus dan Model “C” Full Bore packer diset

pada kedalaman 2000 ft dengan beban tarik (TS) sebesar 15000 lbs. Bubur semen yang

digunakan sebanyak 30 bbls dengan density 15.8 ppg dan annulus diisi penuh dengan air.

Pekerjaan squeeze dilakukan dengan tekanan 200 psi. Berapakah force yang terjadi pada

packer disaat bubur semen penuh didalam tubing ?.









































Tubing 3.5”, 9.3#

Casing 7”,23#

FB packer
at 2000 ft

HA HA

HC

o
o

o
o

TS

Down Force = HA

= (0.433 x 2000) x [0.7854 x {(6.366)2 – (3.5)2}]

= 19232 lbs



Up Force = HC + TS

= {(0.8216 x 2000) + 200} x [0.7854 x {(6.366)2 – (3)2}]

= 45639 + 15000 = 60638 lbs ……………….. (up force)

Jadi Up force = 60638 lbs – 19232 lbs = 41406 lbs



Tekanan naik (up force) sis ini terlau besar untuk ditahan oleh packer

yang mana akan bisa merusakkan packing elementnya sehingga

semen akan masuk keannulus.



Untuk mengimbangi force pada packer dengan kondisi seperti ini,

sering sekali dalam melakukan pekerjaan squeeze di annulus diberi

tekanan (pressurized).



Misalkan dengan tekanan (pressure) sebesar 700 psi di annulus,

maka akan terjadi HA tambahan sbb:

= 700 x [0.7854 x [(6.366)2 – (3.5)2}] = 15546 lbs

Up force sisa = 41406 lbs – 15546 lbs = 25860 lbs



Dengan demikian packer yang digunakan saat melakukan squeeze ini

tidak akan menerima tekanan yang melebihi kemampuannya

sehingga karet pecahnya karet packer selama pekerjaan squeeze bisa

dihindari dan semen tidak akan masuk ke annulus yang bisa

menyebabkan packer terjepit/stuck.

Page 26

Swabbing Job

Swabbing job/hka-241204 25



Beberapa Packer Yang Sering Digunakan Untuk Swabbing Job



Arrow Set I-X Packer





Arrow Set I-XS Packer




Model “G” Packer







oooooOOooooo

Similer Documents