Download 8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS PDF

Title8 - PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU ASBESTOS DAN NON ASBESTOS
File Size154.9 KB
Total Pages13
Document Text Contents
Page 1

PENINGKATAN STANDAR KANVAS REM KENDARAAN BERBAHAN BAKU
ASBESTOS DAN NON ASBESTOS (CELULOSE) UNTUK KEAMANAN


Oleh

Wawan Kartiwa Haroen1 dan Arief Tri Waskito2



Abstrak

Kanvas rem merupakan komponen penting pada kendaraan bermotor di jalan raya. Pertambahan
kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4 saat ini meningkat pesat sejalan laju pertumbuhan
ekonomi masyarakat. Komponen kendaraan yaitu kanvas rem sangat perlu mendapat perhatian
yang lebih oleh pemegang kebijakan (pemerintah) dalam upaya melindungi konsumen dan
mengurangi persentase penyebab kecelakaan dijalan raya. Standar Nasional Indonesia (SNI)
kanvas rem sudah dibuat sejak tahun 1987 namun beberapa parameter serta spesifikasinya
perlu ditinjau atau dikaji ulang sesuai perkembangan dan mengacu kepada standar Internasional
atau pola perkembangan teknologi otomotif yang modern saat ini. Penggunaan bahan baku
bukan asbes yang bersifat lebih ramah lingkungan, memiliki daya cengkram kuat pada suhu
pengereman di atas 300oC dan faktor keamanan yang lebih baik. Pertimbangan kanvas rem
berjenis non asbestos yang lebih menguntungkan berbagai faktor maka saatnya mulai
dikembangkan dan disosialisasikan untuk mengurangi pemakaian bahan berbasis asbestos yang
lebih banyak berdampak negatif bagi pemakai serta tidak ramah lingkungan.


Kata kunci: asbestos, non asbestos, kanvas, keselamatan



























1 Peneliti di Balai Besar Pulp dan Kertas, Departemen Perindustrian
2 PT. Industri Bagas Perkasa (PT.IBP)

Page 2

I. PENDAHULUAN

Dengan semakin beragamnya tipe, merk, dan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia,
kebutuhan akan produk material otomotif juga semakin besar. Menurut Harian Bisnis
Indonesia, kebutuhan akan segmen komponen otomotif mencapai angka tiga triliun
rupiah (Rp 3.000.000.000.000,00). Dengan makin tidak menentunya kondisi
perekonomian Indonesia, maka dorongan untuk membuat produk material otomotif yang
ekonomis, berkualitas dan dapat diterima oleh pasar juga semakin tinggi.
Kanvas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang
berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya
kendaraan darat. Terutama pada saat kendaraan berkecepatan tinggi fungsi kanvas rem
memiliki beban mencapai 90% dari komponen lainnya, bahkan keselamatan jiwa
manusia tergantung pada keampuhan dari komponen tersebut.
Suatu kode atau tanda pada komponen kendaraan ada yang bertuliskan OEM
(Original Equipment Manufactured) yaitu kampas rem yang terpasang pada saat kita
membeli kendaraan baru dari dealer, diantaranya untuk merk Yamaha dikeluarkan oleh
Akebono, untuk Honda, Suzuki, dan Kawasaki dikeluarkan oleh Nissin. Ada lagi tanda
OES (Original Equipment Spare part) yaitu kampas rem yang digunakan sebagai
pengganti kampas rem OEM, kampas rem ini dibuat oleh pabrikan OEM yang memiliki
persamaan pada formula, proses pembuatan, kualitas dan bahan yang sama dengan
kampas rem OEM. Namun ada suku cadang yang disebut After market yaitu kampas
rem yang beredar di pasaran dengan kualitas yang beragam, misalnya lebih rendah
dari OEM atau lebih tinggi dari OEM. Satu lagi yang sering kita jumpai yaitu sebutan
Genuine, tanda tersebut pada dasarnya adalah kampas rem tergolong ke dalam
kategori after market, istilah genuine hanya untuk membedakan antara asli dan palsu
(Arif TW, 2008). Sejalan dengan meningkatnya pengguna kendaraan bermotor roda 4
atau roda 2 makin tinggi dan laju pertumbuhan kebutuhan spare part kanvas rem juga
berkorelasi positif. Bahkan saat harga BBM semakin tinggi masyarakat pengguna
kendaraan roda 2 melaju pesat 2-3 kali lipat dari 5 tahun sebelumnya, berdasarkan data
di kepolisian 1 hari bisa mengeluarkan 30-50 STNK baru/kota.

Kondisi ini merupakan pangsa empuk bagi pasar komponen kendaaraan bermotor
kanvas rem yang umurnya relatif singkat. Komponen ini perlu mendapat perhatian
terhadap kualitas yang mengacu pada standar nasional atau internasional. Mengingat
masyarakat manusia berdasarkan kemampuan ekonominya sangat beragam dan
umumnya bila mencari komponen akan mencari yang murah tanpa memperhatikan
kualitas yang berkaitan dengan keselamatan jarang diperhitungkan. Walaupun hal ini
rasanya sudah terbiasa, namun peran pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan
terhadap produk standar perlu dilakukan evaluasi atau revisi sesuai perkembangan
teknologi dan mengutamakan faktor keselamatan serta perlindungan konsumen dari

Page 12

Kampas rem asbetos murah, tapi dia tidak tahan pada temperatur tinggi dan kondisi
hujan atau banjir. Pernah kita merasakan rem tiba-tiba blong ketika kita turun dari
puncak? Atau kah pernah kita merasakan rem blong ketika kita habis melewati
genangan air atau banjir? Nah itulah kelemahan kampas rem asbestos. Sering kita baca
di surat kabar sebuah bus masuk jurang karena rem blong, padahal kalau kita telusuri
kesalahan itu bukan karena sopir, tapi karena jeleknya kualitas dari kampas rem
tersebut. Kanvas rem non asbestos pada temperatur pengereman bisa mencapai 400oC
sedang asbestos hanya mampu bertahan pada temperatur 200oC akibatnya akan terjadi
fading atau gejala dimana friksi gesek akan turun dan menyebabkan rem blong. Pernah
kita menggesekkan jari di atas kaca yang basah? Oleh sebab itu dengan tenaga
sebesar apapun tidak akan mampu menghentikan kendaraan bila terjadi fading (Arif
TW,2007).



V. KESIMPULAN DAN SARAN

1. Penggunaan kanvas rem berbahan baku non asbestos perlu dilakukan sosialisasi

lebih intensif pada masyarakat pengguna transportasi disamping produknya
memiliki daya friksi lebih unggul, tahan pada suhu pengereman tinggi, ramah
lingkungan dan keamanan yang menjanjikan.

2. Perbaikan mutu standar kanvas rem untuk kendaraan saat perlu dilakukan
perubahan dan dikaji SNI wajib produk kanvas rem untuk mengantisipasi produk
yang jadi dan murah.

3. Pemakaian bahan serat selulosa berasal dari dalam negeri hasil penelitian dan
penerapannya perlu diadopsi oleh industri otomotif di Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA

1. Bisnis Indonesia. Ampas Tebu Kini Berniai Jual

2. Bisnis Indonesia. Yang Terbuang Yang Berharga

3. Chagaev,Oleg, MustafaI.Sttationwala, Rafik Allem. 1999. The Role Of Fiber
Collapase In Mechanical Pulping. Tappi international Mechanical Pulping
Conference. pp.155-167

4. Kaminski, et.all. 1999. Method For Manufacturing Friction Material Containing
Blend S Of Organic Fibrous And Particulate Components. Sterling chemical
International.inc. Houston TX

5. Masmui dan Agus Hadi SW. 2005. Kajian Parameter Proses Manufaktur
Komponen Sepatu Rem Komposit . BBPT Report

Page 13

6. Pamenang, Agung Suryadi. 2005. Hati-Hati Penggunaan Blok Rem Komposit
Kereta Api Berbasis Metal Mengandung B3. http//rni.co.id

7. SAE J 661 :1997 Brake Lining Quality Control Test Procedure

8. SNI 09-2775-1992 Cara Uji Massa Jenis Kanvas Rem

9. SNI 09-2774-1992 Cara Uji Prositas Kanvas Rem Untuk Kendaraan Bermotor

10. SNI 09-2663-1992 Cara Uji Ketahanan Terhadap Air, Larutan Garam, Minyak
Pelumas Dan Cairan Rem Kanvas Rem, Kendaraan Bermotor

11. SNI 09-01143-1987 Kanvas Rem (Brake Linning) Kendaraan Bermotor Roda

12. SNI 09-1255-1989 Cara Uji Kelekatan Kanvas Rem Pada Sepatu Rem

13. SNI 09-2773-1992 Cara Uji Kuat Geser Dari Kanvas Rem

14. Surdia, Tata dan Shinroku Saito. 1995. Pengetahuan Bahan Teknik cetakan 3.
Jakarta: PT. Pradya Paramita

15. Waskito, Arief Tri. 2008. IBP Brake Non Asbestos Pad And Lining. http//ibp
brakepad.blogspot.com

16. Waskito, Arief Tri. 2008. IBP Brake Pad Kampas Berbasis Karbon

Similer Documents