Download Cara Belajar Orang Dewasa PDF

TitleCara Belajar Orang Dewasa
File Size263.2 KB
Total Pages12
Document Text Contents
Page 2

kreativitas dan inisiatif sendiri, serta mampu untuk bekerja sendiri dengan merujuk pada

bimbingan yang diperolehnyan (Self Directed Learning, Knowles, 1975).

Ketidakhadiran dosen, tidak adanya pertemuan tatap muka di kelas, dan tidak

kehadiran teman-teman sesama mahasiswa bukan merupakan ciri utama dari belajar mandiri.

Yang menjadi ciri utama dalam belajar mandiri adalah pengembangan dan peningkatan

keterampilan dan kemampuan mahasiswa untuk melakukan proses belajar secara mandiri,

tidak tergantung pada faktor-faktor dosen, kelas, teman, dll. Peran utama dosen dalam belajar

mandiri adalah sebagai konsultan dan fasilitator, bukan sebagai otoritas dan satu-satunya

sumber ilmu.





Kekuatan Belajar Mandiri

Adderly & Ashwin (1976) mengatakan bahwa dalam belajar mandiri, mahasiswa

mempunyai tanggung jawab yang besar atas proses belajarnya. Belajar mandiri

mengharuskan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah melalui analisis,

sintesis, dan evaluasi suatu topik mata kuliah secara mendalam, kadang-kadangjuga melalui

kombinasi antara pengetahuannya dengan pengetahuan yang diperoleh dari mata kuliah lain.

Adderly & Ashwin (1976) juga mengatakan bahwa mahasiswa mendapatkan kepuasan

belajar melalui tugas-tugas yang diselesaikannya. Dalam belajar mandiri mahasiswa

mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam hal penelusuran literature,

penelitian, analisis, dan pemecahan masalah. Jika dalam menyelesaikan tugas-tugasnya

mahasiswa berkelompok, maka pengalaman yang diperolehnya menjadi semakin kaya,

karena melalui kelompok tersebut mahasiswa akan belajar tentang kerjasama,

kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. Yang lebih penting lagi ialah bahwa belajar

mandiri dapat digunakan untuk mancapai tujuan akhir dari pendidikan, yaitu mahasiswa

dapat menjadi guru bagi dirinya sendiri.





Aplikasi Belajar Mandiri



Materi

Chickering (1975) memberikan contoh tentang penerapan belajar mandiri untuk

mencapai tujuan instruksional berdasarkan ranah kognitif taksonomi Bloom, dari jenjang

pengetahuan sampai jenjang evaluasi. Tujuan akhir dari belajar mandiri adalah

pengembangan kompetensi intelektual mahasiswa. Belajar mandiri dapat membantu

mahasiswa menjadi seseorang yang terampil dalam pemecahan masalah, menjadi

manajer (pengelola) waktu yang unggul, dan menjadi seorang pembelajar yang

terampil untuk belajar.

Studi kasus, review literatur, proyek penelitian, dan seminar merupakan bentuk-

bentuk kegiatan yang dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar

mandiri secara individu maupun secara kelompok. Jika dikelola dengan baik, maka kegiatan-

kegiatan tersebut dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendalami topik-

topik yang diminatinya dan pada saat yang sama menikmati keuntungan kerjasama antar

teman (jika berkelompok). Melalui belajar mandiri ini, mahasiswa dapat memperoleh

Similer Documents