Download Hama dan Penyakit Tanaman Padi PDF

TitleHama dan Penyakit Tanaman Padi
File Size1.3 MB
Total Pages44
Document Text Contents
Page 1

Hama
Penggerek batang padi - stem borer
Wereng coklat - brown planthopper
Wereng hijau - green leafhopper
Kepinding tanah - black bug
Walang sangit - rice bug
Tikus - rat
Ganjur - gall midge
Hama putih palsu - leaffolder
Hama putih - caseworm
Ulat tentara/grayak - armyworm
Ulat tanduk hijau - green horned caterpillar
Ulat jengkal-palsu hijau - green semilooper
Orong-orong - mole cricket
Lalat bibit - rice whorl maggot
Keong mas - golden apple snail
Burung - bird

Penyakit
Hawar daun bakteri - bacterial leaf blight
Bakteri daun bergaris - bacterial leaf streak
Blas - blast
Hawar pelepah daun - sheath blight
Busuk batang - stem rot
Busuk pelepah daun bendera - sheath rot
Bercak coklat - brown spot
Bercak Cercospora - narrow brown leaf spot
Hawar daun jingga - red stripe
Tungro - tungro
Kerdil rumput - grassy stunt
Kerdil hampa - ragged stunt

Hara
Kahat nitrogen - nitrogen deficiency
Kahat fosfor - phosphorus deficiency
Kahat kalium - potassium deficiency
Kahat belerang - sulfur deficiency
Kahat seng - zinc deficiency

Keracunan besi - iron toxicity

Kerja sama
• Puslitbang Tanaman Pangan • BPTP SUMUT • BPTP Riau

• BPTP Lampung • BPTP DKI • BPTP DIY • BPTP SULTRA
• BPTP KALBAR • IRRI

hama
penyakit

hara
pada padi

masalah lapang

Page 2

Cetakan ketiga

Kerja sama
Puslitbang Tanaman Pangan

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat
International Rice Research Institute

2007

hama
penyakit

hara
pada padi

masalah lapang

Page 22

36

Burung (bird)
Lonchura spp.
Ploceus sp.

Burung (Gb. 44) menyerang tanaman padi pada
fase matang susu sampai pemasakan biji (sebelum
panen). Serangan mengakibatkan biji hampa,
adanya gejala seperti beluk, dan biji banyak yang
hilang.

Burung sebaiknya dikendalikan dengan cara:
• Penjaga burung mulai dari jam 6-10 pagi dan

jam 2-6 sore, karena waktu-waktu tersebut
merupakan waktu yang kritis bagi tanaman
diserang burung.

• Gunakan jaring untuk mengisolasi sawah dari
serangan burung; luas sawah yang diisolasi
kurang dari 0,25 hektar.

• Bila tanam tabela:
- benih yang sudah disebar di sawah ditutup

dengan tanah;
- benih yang digunakan harus lebih banyak;
- gunakan orang-orangan atau tali yang diberi

plastik untuk menakut-nakuti burung;
- pekerjakan penjaga burung;
- tanam serentak dengan sekitarnya; jangan

menanam atau memanen di luar musim agar
tidak dijadikan sebagai satu-satunya sumber
makanan pada saat itu.

• Kendalikan habitat/sarang burung.

37

Burung.

44

Page 23

38

Hawar daun bakteri (bacterial
leaf blight - BLB)
Xanthomonas campestris pv. oryzae

Hawar daun bakteri (HDB) merupakan penyakit
bakteri yang tersebar luas dan menurunkan hasil
sampai 36%. Penyakit terjadi pada musim hujan
atau musim kemarau yang basah, terutama pada
lahan sawah yang selalu tergenang, dan dipupuk N
tinggi (> 250 kg urea /ha).

Penyakit HDB menghasilkan dua gejala khas,
yaitu kresek dan hawar. Kresek adalah gejala yang
terjadi pada tanaman berumur <30 hari (pesemaian
atau yang baru dipindah) (Gb. 45). Daun-daun
berwarna hijau kelabu, melipat, dan menggulung.
Dalam keadaan parah, seluruh daun menggulung,
layu, dan mati, mirip tanaman yang terserang
penggerek batang atau terkena air panas (lodoh).
Sementara, hawar (Gb. 46) merupakan gejala yang
paling umum dijumpai pada pertanaman yang telah
mencapai fase tumbuh anakan sampai fase
pemasakan.

Gejala diawali dengan timbulnya bercak abu-
abu (kekuningan) umumnya pada tepi daun (Gb.
47). Dalam perkembangannya, gejala akan meluas,
membentuk hawar (blight), dan akhirnya daun
mengering. Dalam keaadaan lembab (terutama di
pagi hari), kelompok bakteri, berupa butiran
berwarna kuning keemasan, dapat dengan mudah
ditemukan pada daun-daun yang menunjukkan
gejala hawar (Gb. 48). Dengan bantuan angin,
gesekan antar daun, dan percikan air hujan, massa
bakteri ini berfungsi sebagai alat penyebar penyakit
HDB.

39

Penyakit HDB secara efektif dikendalikan dengan
varietas tahan; pemupukan lengkap; dan
pengaturan air. Untuk daerah-daerah yang endemis
penyakit HDB, tanam varietas tahan seperti Code
dan Angke dan gunakan pupuk NPK dalam dosis
yang tepat. Bila memungkinkan, hindari
penggenangan yang terus-menerus, mis. 1 hari
digenangi dan 3 hari dikeringkan.

Kresek yang terjadi pada tanaman berumur < 30 hari

Gb 46. Gejala hawar pada pertanaman yang telah mencapai
fase anakan sampai fase pemasakan.

Gb 48. Butiran kuning keemasan yang merupakan massa
bakteri mudah ditemukan pada daun yang menunjukkan gejala
hawar.

Bercak abu-abu
kekuningan pada
bagian tepi daun

45

46 47

48

Page 43

78

Varietas unggul padi yang paling luas ditanam
di Indonesia dan ketahanannya terhadap
hama dan penyakit, 2005.

No

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Varietas

IR 64
(1986—8 t/ha)

Ciherang
(2000—8 t/ha)

Ciliwung
(1988—8 t/ha)

Way Apo Buru
(1998—8 t/ha)

IR 42
(1980—7 t/ha)

Widas
(1999—8 t/ha)

Memberamo
(1995—8 t/ha)

Cisadane
( 1980—8 t/ha)

IR 66
(1989—7 t/ha)

Cisokan
(1985—8 t/ha)

Cibogo
(2003—8 t/ha)

Luas tanam,
ha

3.622.622
(31,4%)

2.517.140
(21,8%)

915.914
(8,0%)

380.646
(3,3%)

281.764
(2,4%)

204.007
(1,8%)

189.211
(1,6%)

185.258
(1,6%)

129.758
(1,1%)

125.388
(1,1%)

121.900
(1,1%)

Tahan terhadap hama/
penyakit

WCk 1,2 dan kerdil
rumput

WCk 2,3 dan HDB
strain III dan IV

WCk 1,2

WCk 2,3 dan HDB
strain III dan IV

WCk 1,2; HDB; tungro
dan kerdil rumput

WCk 1,2,3 dan HDB
strain III

WCk 1,2,3; HDB strain
III; tungro

WCk 1,2 dan HDB

WCk 1,2,3; wereng
hijau; tungro; HDB

WCk 1,2

WCk 2

Angka dalam kurung dalam kolom varietas adalah tahun dilepas dan potensi hasil.
Angka dalam kurung dalam kolom luas tanam adalah persentase dari total luas tanam.
Keterangan hama dan penyakit: WCk 1,2,3 = wereng coklat biotipe 1, biotipe 2, dan
biotipe 3; HDB = hawar daun bakteri
Sumber: diolah dari Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan (2005).
Buku Penyebaran Varietas Padi MK 2004 dan MH 2004/2005.

Dapatkan Segera CD-ROM
Bank Informasi Teknologi Padi (BITP)

• Memuat berbagai informasi teknologi
budi daya padi yang secara berkala
dimutakhirkan (update) mulai dari varietas
unggul, pemupukan, hama/penyakit,
sampai pascapanen.

• Bermanfaat bagi penyuluh, peneliti, petugas
lapang, teknisi, dan petani.

Informasi lebih lanjut hubungi: Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian atau Dinas Pertanian setempat,
atau langsung ke:
1. Puslitbang Pertanian Tanaman Pangan Jalan Merdeka 147

Bogor 16111. Telp.0251-334089. Fax.0251-312755.
Email: [email protected]

2. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jalan Raya No. 9
Sukamandi. Telp.0260-520157. Fax.0260-520158. Email:
[email protected]

3. Kantor Perwakilan IRRI. Jalan Merdeka 147 Bogor.
Telp.0251-334391. Fax.0251-314354. Email:
[email protected]

Informasi terkini tentang padi dapat diakses
melalui internet www.knowledgebank.irri.org

Page 44

Miliki Segera !!!
Informasi penting bagi Pembuat

Kebijakan, Peneliti, Penyuluh, dan
Teknisi Lapang

• Petunjuk Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu
• Petunjuk Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu

(PTT) Padi Sawah Irigasi
• Tanya Jawab Pengelolaan Tanaman Terpadu
• Deskripsi varietas padi
• Penelitian Padi Mendukung Upaya Peningkatan

Produksi Beras Nasional

• Hubungi: Puslitbang Pertanian Tanaman Pangan Jalan
Merdeka 147 Bogor 16111. Telp.0251-334089. Fax.0251-
312755. Email: [email protected]

• Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jalan Raya No. 9
Sukamandi. Telp.0260-520157. Fax.0260-520158. Email:
[email protected]

• Kantor Perwakilan International Rice Research Institute.
Jalan Merdeka 147 Bogor. Telp.0251-334391. Fax.0251-
314354. Email: [email protected]

Similer Documents