Download jurnal sediaan kapsul cabe jawa.docx PDF

Titlejurnal sediaan kapsul cabe jawa.docx
File Size206.0 KB
Total Pages15
Document Text Contents
Page 2

BAB I. PENDAHULUAN

Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak

terdapat di Jawa, Melayu, Bali, Madura dan Sumatera Selatan yang berpotensi sebagai bahan

baku obat.. Tanaman ini secara empiris telah digunakan sebagai obat tradisional dalam ramuan-

ramuan jamu di Indonesia. Cabe Jawa dapat ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di

tempat-tempat yang tanahnya tidak lembab dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan

sampai ketinggian 600 meter dpl. Cabai Jawa juga merupakan tumbuhan menahun, batang

percabangan liar, tumbuh memanjat, melilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat

mencapai 10 meter. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu.

Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung

runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-

bintik, panjang 8,5 - 30 cm, lebar 3-13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam

bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah

majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil,

permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 - 7 cm, garis tengah 4- 8 mm, bertangkai

panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi

kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat

kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Cabe jawa ini di dalamnya terdapat bahan aktif minyak atsiri yang memiliki kandungan

utama terpenoid sebagai antioksidan. Terpenoid adalah suatu antioksidan yang berdasarkan

penelitian mampu menunda, memperlambat dan mencegah proses oksidasi lipid. Buah cabe jawa

mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahydropiperic acids, 1-

undecylenyl-3,4-methylenedioxy benzene, piperidin, rninyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4-

dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan

menekan susunan saraf pusat. Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan

piperlonguniinine. Buah cabe jawa mengandung asam amno bebas, piperin (sekitar 4-6%),

piperatin, b-sitosterol, minyak atsiri, piperidina, asam palmitat, asam tetrahidropiperat,

undecylenyl 3-4 methylenedioxy, sesamin, turunan steroid, saponin, alkaloid, tannin, flavonoid,

triterpenoid, glikosida, piperlonguminine, sylvatine, tiltiline, sitosterol, sitral, dan linalool.

Page 7

Cabe Jawa merupakan tumbuhan memanjat, menjalar atau melilit, panjang bisa mencapai 10

m. Akar melekat pada pohon lain. Daun tunggal, bentuk elip, ujung runcing, tepi rata,

permukaan atas mengkilat. Bunga berkelamin tunggal, bentuk bulir memanjang, bulir jantan

lebih pendek dari yang betina. Buah majemuk, berupa bulir, bulat memanjang 2 - 7 cm,

memengecil di bagian atas, ketika muda berwarna hiaju kemudian menjadi merah.

Perbanyaan dengan biji atau stek batang. Cabe jawa mempunyai efek herbal yaitu sebagai

androgenik, stimulan, analgesik, dan karminatif.

Cabe jawa tanaman asli Indonesia dan banyak ditanam di Jawa dan Sumatera. Herbalis

memakainya sebagai antipiretik, disentri, diare, lemah syahwat, tekanan darah rendah,

influenza, batuk, migren, sakit kuning, demam. Pemakaian luar untuk encok dan param

sesudah melahirkan.

Buahnya juga dimanfaatkan sebagai obat rematik, pegal linu, dan peluruh keringat. Akar

cabe jawauntuk obat sakit gigi dan membersihkan darah dalam rahim setelah melahirkan.

Penyakit lain yang bisa ditanggulangi: radang mulut, stroke, pencernaan terganggu, dan nyeri

pinggang. Perempuan hamil dilarang mengkonsumsi ramuan dengan komposisi cabe jawa di

dalamnya. Dalam farmakologi China disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, pedas dan

hangat.

Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, resin (kavisin), asam palmitik, 1-

undecylenyl-3,4-methylenedioxy benzene, piperidin, rninyak asiri, dan sesamin. Senyawa lain

piperidina, asam palmitat, asam tetrahidropiperat, N-isobutyl decatrans-2 trans-4 dienamida,

eikosadienamida, eikopsatrienamida, guinensina, oktadekadienamida, protein, karbohidrat,

gliserida, tannin, dan kariofelina.

BAB III. METODE

Similer Documents