Download Katabolisme Dan Anabolisme MAKALAH PDF

TitleKatabolisme Dan Anabolisme MAKALAH
File Size743.8 KB
Total Pages26
Document Text Contents
Page 2

2. Pigmen Fotosintesis
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. Di dalam

daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang, pada keduanya mengandung

kloroplast yang mengandung klorofil / pigmen hijau yang merupakan salah satu pigmen

fotosintetik yang mampu menyerap energi cahaya matahari.



Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan klorofil antara lain :

1. Gen : bila gen untuk klorofil tidak ada maka tanaman tidak akan memiliki

klorofil.

2. Cahaya : beberapa tanaman dalam pembentukan klorofil memerlukan cahaya,

tanaman lain tidak memerlukan cahaya.

3. Unsur N. Mg, Fe : merupakan unsur-unsur pembentuk dan katalis dalam sintesis

klorofil.

4. Air : bila kekurangan air akan terjadi desintegrasi klorofil.



Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap

oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Peristiwa

ini disebut fotolisis (reaksi terang).

H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2, sedang O2 tetap

dalam keadaan bebas. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2

yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut reaksi gelap

NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20.



CO2 + 2 NADPH2 + O2 ————> 2 NADP + H2 + CO+ O + H2 + O2



Ringkasnya :

Reaksi terang :2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2

Reaksi gelap :CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2

atau

2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2

atau

12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2



3. Kemosintesis
Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai

sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat

mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi

kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain.

Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu.



Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+

(ferri).

Similer Documents