Download Kincir Angin Poros Vertikal PDF

TitleKincir Angin Poros Vertikal
File Size6.0Β MB
Total Pages88
Table of Contents
                            awal
isi
2
                        
Document Text Contents
Page 1

i



UNJUK KERJA MODEL KINCIR ANGIN POROS VERTIKAL DENGAN

EMPAT SUDU YANG MEMBUKA DAN MENUTUP SECARA

OTOMATIS DENGAN VARIASI DIAMETER

Tugas Akhir

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Mesin

Program Studi Teknik Mesin



Oleh:

Stefanus Andryanto Eko Prabowo

NIM: 095214071



PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

JURUSAN TEKNIK MES IN

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2011

Page 2

ii



PERFORMANCE WINDMILL MODEL WITH FOUR BLADES TH AT

OPEN AND CLOSE AUTOMATICALLY

WITH VARIATIONS IN DIAMETER

Final Project

Presented as fulfillment of the Requirements

To obtain the Sarjana Teknik Degree in

Mechanical Engineering Study Programme



By:

Stefanus Andryanto Eko Prabowo

Student Number: 095214071



MECHANICAL ENGINEERING STUDY PROGRAMME

SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

2011

Page 44

29



𝑣 : kecepatan angin, m/s

Untuk contoh perhitungan diambil data dari table 4.1 no. 1 tanpa beban

variatif rangkaian lampu (0).

Dari data, didapatkan putaran poros tiap menit (𝑛) sebesar 61,49 rpm pada

kecepatan angin (𝑣) 6,76 m/s, sedangkan jari-jari kincir (π‘Ÿ) sebesar 0.35 m. Maka

besarnya tip speed ratio:

π‘‘π‘ π‘Ÿ =
2πœ‹π‘Ÿπ‘›

60𝑣


π‘‘π‘ π‘Ÿ =
2πœ‹.0,35 .61,49

60 .6,76


π‘‘π‘ π‘Ÿ = 0,33

4.2.5 Perhitungan koefisen daya (π‘ͺ𝒑)

Koefisen daya (𝐢𝑝) dapat dihitung dengan persamaan (11) yang

pembahasannya terdapat pada sub bab 2.4.4.

𝐢𝑝 =
π‘ƒπ‘˜
π‘ƒπ‘Ž

.100%

yang dalam hal ini:

𝐢𝑝 : koefisien daya, %

π‘ƒπ‘˜ : daya kincir, watt

π‘ƒπ‘Ž : daya angin, watt

Page 45

30



Untuk contoh perhitungan diambil data dari table 4.1 no. 1 tanpa

pembebanan variatif rangkaian lampu (0).

Besarnya daya kincir (π‘ƒπ‘˜) didapatkan dari perhitungan pada sub bab 4.2.3

sebesar 1,74 watt. Sedangkan besarnya daya angin (π‘ƒπ‘Ž ) didapatkan dari

perhitungan pada sub bab 4.2.1 sebesar 51,90. Maka didapatkan koefisen daya

(𝐢𝑝) sebesar:

𝐢𝑝 =
π‘ƒπ‘˜
π‘ƒπ‘Ž

.100%

𝐢𝑝 =
1,74

51,9
.100%

𝐢𝑝 = 3,35%

4.3 Hasil dan Pembahasan

4.3.1 Persamaan garis polynomial.

Grafik hubungan 𝐢𝑝 dengan tsr untuk berbagai jenis kincir angin dapat dilihat

pada grafik batas Betz ( Betz limit, atas nama ilmuan Jerman Albert Betz) seperti

terlihat pada Gambar 4.1. Jika dilihat pada grafik batas Betz, hubungan 𝐢𝑝 da tsr

untuk kincir angin poros vertikal (savonius) merupakan fungsi persamaan garis

polynomial pangkat dua, sehingga dapat didekati dengan persamaan:

𝐢𝑝 = π‘˜1 βˆ™ π‘‘π‘ π‘Ÿ
2 + π‘˜2 βˆ™ π‘‘π‘ π‘Ÿ + π‘˜3 (12)

dimana:

𝐢𝑝 : Koefisien daya, %

Page 87

72

Page 88

β€’

UJIAN PENDADARAN TUGAS AKHIR I SKRIPSI

TANGGAL : 11 Februari 2011


Nama Mahasiswa STEFANUS ANDRYANTO EKO PRABOWO

NIM 095214071

Judull topik Unjuk kerja model kincir angin poros vertikal dengan empat sudu yang
dapat membuka dan menutup seacara otomatis dengan variasi diameter

Pembimbing 1 Ir. Rines, M.T.

Pembimbing 2 .

USULAN REVISI DARI DOSEN PENGUJI

1. 1lembar untuk mahasiswa
2. 1lembar untuk dosen pembimbing

line ~ "1 . ~ . I AtvU feM1<~ ~ ~ Rd 7
j(~~ sviut McJlCUAfaNJ
10vlufM ~ult ~""11) (l,U~ ,~ tA<
~\'1A-w.0 1c '\:; ACpochzU.2vt-J/e.1ANllM-u...~ /"~~ -&cM~e

~wrclM~(~!

K~l!tuJ M 1:elGJ4 I

Similer Documents