Download Memahami Faktor Yang Memicu Ketidakstabilan Lereng Pada Tanah Longsor PDF

TitleMemahami Faktor Yang Memicu Ketidakstabilan Lereng Pada Tanah Longsor
File Size118.8 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 4

2.1. Pemetaan Zona Ketidakstabilan Lereng

Peta yang menunjukkan zona tahapan kemiringan faktor keamanan suatu wilayah sangat penting

sebagai dukungan kesiapsiagaan dalam strategi mitigasi. Peta ini harus disiapkan dengan

menggambarkan daerah distribusi tentang stabilitas lereng yang sama untuk dikelompokkan sebagai

zona atau unit peta. Jadi, zona yang sama menunjukkan stabilitas kemiringan yang sama yang mewakili

kisaran nilai faktor keselamatan yang sama.

Kegiatan pemetaan ini telah dilakukan di cekungan drainase Citanduy dan Cimanuk oleh penulis dan

timnya di Jawa Barat. Sebagai hasil pemetaan, Peta DAS Citanduy misalnya, menyajikan karakteristik

zona kemiringan lereng I sampai dengan IV.

2.2. Simulasi untuk Mencapai Zona Lereng Stabil

Untuk memahami penurunan faktor keamanan akibat faktor pemicu yang memulai zona longsor II

sebagai zona yang tidak stabil terhadap kemiringan kritis, diambil sebagai objek simulasi. Kawasan ini

berada di sisi hulu lembah sungai Citanduy. Di daerah ini, tanah lereng bukit lemah dan te bal, dan faktor

pemicu yang tersedia adalah gempa bumi yang sering ter jadi, hujan turun tahunan yang tinggi, dan

tutupan vegetasi yang tidak memadai. Faktor-faktor ini cukup memadai untuk digunakan untuk

menghitung faktor keamanan lereng yang ada dan untuk menguji efek kemiringan

Stabilitas untuk memahami fenomena ketidakstabilan lereng.

Sebelum simulasi dilakukan, efek dari faktor pemicu disajikan di bawah ini.

1). Pengaruh musim hujan terhadap kekuatan tanah dan stabilitas lereng: Kekuatan massa t anah

menurun pada musim hujan, karena kandungan air dalam massa tanah meningkat. Kedua variabel ini

menunjukkan hubungan yang kuat antara keduanya

mereka ditunjukkan oleh koefisien kor-relasi tingkat tinggi (Gambar 3, 4 , dan 5).

Page 7

keamanan awal yang paling rendah. Fenomena ini menarik. Beberapa kasus menunjukkan kejadian ini

seperti ditunjukkan pada Tabel 1.

3.3. Efek musim hujan dan gempa pada stabilitas lereng

Efek musim hujan dan gempa bumi, misalnya pada seismik

koefisien αhor = 0,10 pada stabilitas lereng Bukit C ibiuk secara signifikan mengurangi faktor keamanan

rata-rata, dari FS = 1,4333 (stabil) menjadi FS = 1,0583 (tidak stabil) atau menurun sebesar 26% di mana

tanah longsor terjadi.

3.4. Pengaruh vegetasi pada stabilitas lereng

Biomassa vegetasi mempengaruhi faktor keamanan kemiringan. Sistem akar dalam massa tanah dan

 juga bobot tegakan pohon harus meningkatkan kekuatan geser saat vegetasi tumbuh di bagian kaki dari

kemiringan. Situasi pohon yang tumbuh ini akan membuat faktor keamanan lereng lebih besar.

Sebaliknya, berat pohon di puncak puncak kemiringan akan meningkatkan tegangan geser yang

cenderung

menurunkan stabilitas lereng. Posisi vegetasi di bagian permukaan lereng menentukan stabilitas lereng.

Fenomena ini penting untuk diimbangi dengan pencapaian hasil program reboisasi yang lebih baik di

daerah-daerah berbahaya longsor.

Tabel 2 menunjukkan stabilitas lereng yang meningkat sebagai dampak vegetasi berbagai posisi pada

bagian permukaan lereng baik pada musim kering dan hujan di cek ungan drainase Citanduy.

Simulasi untuk menstabilkan kemiringan yang tidak stabil dengan menggunakan dampak positif faktor

pemicu penting, terutama pada kondisi terburuk. Hasil simulasi adalah geometri yang sesuai dari badan

Similer Documents