Download MODULPASCALKI PDF

TitleMODULPASCALKI
File Size440.3 KB
Total Pages60
Table of Contents
                            I. Latar Belakang
BTan Malaka, Madilog
II. HUBUNGAN ANTARA EPISTEMOLOGI, PANDANGAN ALAM DAN IDEOLOGI
                        
Document Text Contents
Page 30

pembimbing pembawa risalah-Nya (rasul) untuk setiap bangsa (umat) sebagai bentuk
hak prerogatif Tuhan. Rasul adalah cerminan Tuhan di alam. Ia tidak pernah berkata
dan berbuat kecuali dalam naungan wahyu ilahi. Pengetahuan ketuhanan dan
spiritualitasnya yang maksimal menyebabkannya terjaga dari dosa (ma’shum).
Perbuatan dosa hanya akan teraktualisasi oleh mereka yang tidak mempunyai
pengetahuan penuh tentang-Nya. karenan itu, ketundukan, kepatuhan dan kecintaan
kepada Rasul merupakan tahapan selanjutnya dari kepatuhan dan kecintaan kepada
Tuhan.

Pembuktian kebenaran rasul manusia ditunjukkan dengan kejadian-kejadian kasat
mata luar biasa (mukjizat) yang mustahil dapat diikuti oleh manusia lain. Pemberian
ini berfungsi sebagai penambah keimanan dan bukti tambahan bagi siapa saja yang
tidak mau beriman kepada Tuhan dan rasul-Nya. Keimanan kepada rasul berimplikasi
kepada kepercayaan kepada apapun yang dikatakan dan diperintahkannya.

Manusia terbatas dan tidak mungkin mewujudkan seluruh keinginan idealnya seperti
kebahagiaan, keabadian, dan kesempurnaan yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan
di dalam kehidupan dunia yang bersifat temporal ini. Di sisi lain, ia menyadari bahwa
seluruh perilaku kebaikan dan kejahatan di dunia, yang membuahkan pahala dan
dosa, harus mendapatkan ganjaran dari Tuhan. Hari akhir (akhirat) adalah proses
perjalanan manusia yang didahului oleh kehancuran materi dan kebangkitan kembali
(qiyamah) jiwa sesuatu dari satu alam ke alam lain.

Sebagai aktualisasi kecintaan dan penghambaan kepada Tuhan dan rasul-Nya,
manusia memerlukan sebuah sistem nilai (agama) sebagai sandaran dan pedoman
hidup. Tetapi realitas sosial menunjukkan bahwa Tuhan telah diklaim sepihak oleh
berbagai agama dengan konsep, istilah dan bentuknya. Keragaman agama membawa
empat kemungkinan : semua agama itu benar, semua agama itu salah, atau hanya
satu agama saja yang benar.

Agama-agama yang berbeda mustahil ber-Tuhan sama mengingat perbedaan-
perbedaan prinsipil pada masing-masing agama. Tingkat pluralitas suatu masyarakat
dalam menerima kebenaran dan keadilan Tuhan juga meniscayakan kemustahilan
untuk menghukumi semua agama itu salah. Penghakiman sepihak terhadap
keyakinan yang berbeda mendudukkan agama sebagai sebuah ras dan manusia
laksana Tuhan. Tetapi kelonggaran ini tidaklah nilai kebenaran sebagai sesautu yang
relatif dan tidak terjangkau dalam beberapa bagiannya. Keragaman agama hanya
hadir dalam wilayah sosiologis, dan bukan filosofis. Dengan demikian, manusia hanya
akan memilih satu agama saja yang menurutnya paling utama dan menjamin
keselamatan di banding agama lain.

Melalui kajian sejarah dan peradaban, aklamasi fitrah dan rasional tentang Tuhan
(asyhadu an la Ilaha illa Allah) sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Muhamad yang
mengklaim diri (tabligh) sebagai utusan Tuhan (asyhadu anna Muhamad al-Rasul
Allah). Sebelumnya, ia masyhur sebagai orang yang terpercaya (al amin) karena tidak

Similer Documents