Download parasitologi PDF

Titleparasitologi
File Size172.4 KB
Total Pages6
Document Text Contents
Page 2

b. Kista (berisi bradizoit)

Kista dibentuk di dalam sel hospes apabila takizoit yang membelah telah

membentuk dinding. ukuran kista yang dibentuk bisa berbeda-beda. ada kista

yang berukuran kecil dan berukuran besar. kista dapat berisi sekitar 3000

bradizoit. Kista dalam tubuh hospes dapat ditemukan seumur hidup terutama di

otak, otot jantung dan otot lurik. Kista di bagian otak berbentuk lonjong atau bulat,

tetapi bentuk kista mengikuti bentuk sel otot. kista merupakan stadium istirahat

pada Toxoplasma gondii.Ookista berbentuk lonjong, berukuran 11-14 x 9-11

mikron (Levine, 1990).

c. Ookista (berisi sporozoit)

Ookista mempunyai dinding, berisi satu sporoblas yang membelah menjadi dua

sporoblas. Pada perkembangan selanjutnya kedua sporoblas membentuk dinding

dan menjadi sporokista. Masing-masing sporokista tersebut berisi 4 sporozoit

yang berukuran 8 x 2 mikron dan sebuah benda residu (Frenkel, 1989 ; Levine,

1990).

III. Daur Hidup
Dalam daur hidup T.gondii memerlukan dua jenis hospes yang berbeda, yaitu
manusia , mamalia lain dan burung sebagai hospes perantara sedangkan kucing
serta hewan famili felidae sebagai hospes definitif.


Pada tubuh kucing terjadi kedua macam reproduksi yaitu reproduksi aseksual
(skizogoni/endodeogeni) dan seksual (gametogoni) yang kesemuanya terjadi pada
epitel usus muda.Reproduksi aseksual dilakukan oleh takizoit dan bradizoit di dalam
sel/intraseluler sedangkan reproduksi seksual menghasilkan makrogamet/zigot yang
akan ditemukan pada tinja kucing dalam bentuk ookista sehingga pada tubuh
kucing akan ditemukan semua stadium (takizoit, bradizoit, pseudokista, kista dan
ookista) sedangkan pada tubuh hospes perantara hanya mengalami reproduksi
aseksual saja sehingga tidak akan ditemukan bentuk ookista.
Tropozoit membentuk kelompok menempati berbagai jaringan hospes perantara dan
mengadakan pembelahan secara aktif maka terbentuklah pseudokista yang banyak
mengandung takizoit (bentuk yang membelah cepat), kecepatan takizoit membelah
berkurang secara berangsur maka terbentuklah kista yang
mengandung bradizoit (bentuk yang membelah perlahan). Pseudokista dapat
dibedakan dengan kista, pseudokista merupakan sel tuan rumah yang
menggembung karena adanya multiplikasi parasit yang cepat (berisi takizoit), dan
terbatas pada infeksi akut sedangkan kista terjadi pada infeksi kronis terutama dalam
otak dan paru-paru, dinding kista dibentuk sebagai hasil sekresi dari parasit sehingga
kista memiliki dinding yang lebih kuat, liat dan tidak mudah pecah dibanding
pseudokista yang memiliki dinding tipis dan mudah pecah karena berasal dari sel
hospes, jika pseudokista pecah parasit dapat keluar menyerang sel yang lain.
Ookista dikeluarkan bersama tinja kucing dan belum mengalami sporulasi sehingga
masih bersifat tidak infektif, sporulasi terjadi pada suhu kamar dalam waktu 3-4 hari
membentuk 2 sporoblast dan dari tiap sporoblast membentuk 4 sporozoit

Page 4

Kucing sering dianggap menjadi penyebab keguguran pada wanita hamil, karena
ibu/calon ibu secara tidak sadar terinfeksi toxoplasmosis . Namun kucing bukan
satu-satunya sumber penularan toxoplasmosis pada manusia, disamping itu
penularannya bukanlah melalui sentuhan atau berdekatan dengan hewan
penderita.
Seekor kucing dapat mengeluarkan sampai 10 juta ookista sehari selama 2
minggu. Di dalam tanah yang lembab dan teduh, ookista dapat hidup lama sampai
lebih dari satu tahun. sedangkan tempat yang terkena sinar matahari langsung
dan tanah kering dapat memperpendek hidupnya. Bila di sekitar rumah tidak ada
tanah,kucing akan berdefekasi di lantai atau tempat lain, di mana ookista bisa
hidup cukup lama bila tempat tersebut lembab. Cacing tanah mencampur ookista
dengan tanah, kecoa dan lalat dapat menjadi vektor mekanik yang dapat
memindahkan ookista dari tanah atau lantai ke makanan. Di Indonesia tanah yang
mengandung ookista Toxoplasma belum diselidiki (Gandahusada, 1988).

Dari hasil survey di berbagai negara di dunia yang didasarkan atas pemeriksaan

serologi positif sangat bervariasi. Prevalensi zat anti T.gondii pada binatang di

Indonesia adalah sebagai berikut: 35-73% pada kucing, 11-36% pada babi, 11-

61% pada kambing, 75% pada anjing, dan kurang dari 10% pada ternak lain.

(Gandahusada, 1995).

Prevalensi toksoplasmosis konginetal di berbagai Negara diperkirakan sebagai

berikut : Nederland 6,5% dari 1000 kelahiran hidup, New York 1,3%, Paris 3%,

dan vietnam 6-7%.

Krista T. gondii dalam daging dapat bertahan hidup pada suhu -4°C sampai tiga

minggu. Kista tersebut akan mati jika daging dalam keadaan beku pada suhu -

15
O
C selama tiga hari dan pada suhu -20

O
C selama dua hari. Daging dapat

menjadi hangat pada semua bagian dengan suhu 65
O
C selama empat sampai

lima menit atau lebih maka secara keseluruhan daging tidak mengandung kista

aktif, demikian juga hasil daging siap konsumsi yang diolah dengan garam dan

nitrat (WHO, 1979).

Keadaan toksoplasmosis di suatu daerah ditentukan oleh banyak faktor, seperti :

kebiasaan makan daging kurang matang, adanya kucing yang terutama dipelihara

sebagai hewan kesayangan, adanya tikus dan burung yang sebagai hospes

perantara, adanya lipas atau lalat yang vector untuk memindahkan ookista dari

tinja kucing.

Yang paling rentan terhadap infeksi toxoplasmosis adalah:
a. Bayi yang dikandung oleh ibu yang tertular untuk pertama kalinya oleh infeksi

toxoplasma beberapa bulan sebelum kehamilan atau selama kehamilan
b. Seseorang yang mengalami penurunan system kekebalan yang hebat,

misalnya penderita HIV / AIDS, sedang menjalani khemoterapi terhadap tumor,
atau baru saja mendapat transplantasi organ.

Similer Documents