Download Pesta Muda Mudi: Bagai Pisau Bermata Dua. Etnik Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan PDF

TitlePesta Muda Mudi: Bagai Pisau Bermata Dua. Etnik Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
File Size3.5 MB
Total Pages160
Table of Contents
                            Bolmonsel z.JPG
7. BolMongSel Ber ISBN 5 desember 2016.pdf
                        
Document Text Contents
Page 2

Pesta Muda Mudi:
Bagai Pisau Bermata Dua

Etnik Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan













Mila Machmudah D
Hadi P.

Setia Pranata































Penerbit

Unesa University Press

Page 80

67

hamil menjadi pro dan kontra di masyarakat. beberapa warga melihat

kegiatan adat tertentu yang dilakukan untuk ibu hamil tidak perlu

untuk dilakukan. Sudut pandang yang digunakan memang melihat

dari sisi agama. Namun ada yang masih memandang itu sebagai

sebuah tradisi yang perlu untuk dilestarikan dari sisi budaya.

Kebiasaan orang tua atau nenek moyang yang sudah mendarah daging

tidak mudah untuk dilunturkan. Kedua pandangan ini memang tidak

akan mungkin bisa untuk disatukan. Namun apapun itu, yang terlihat

bahwa masyarakat Mongondow Desa Nunuk sepakat bahwa

kehamilan merupakan sebuah proses melanjutkan keturunan. Lebih

jauh lagi bahwa proses kehamilan menjadi langkah awal bagi orang

tua untuk merubah kehidupannya melalui keturunannya. Terbukti

dari bagaimana penuturan seorang informan Dewi,

“...saya punya anak 2, laki satu, perempuan satu, tapi diluar
semua. Saya berdua saja di sini. Anak saya yang laki-laki di
jakarta, yang perempuan di kotamobagu. Kuliah di kotamobagu
biar bisa sukses...”

Melihat bagaimana pandangan terhadap kehamilan memang

merupakan sebuah anugrah tersendiri bagi wanita yang sedang hamil.

Namun masih belum menjadi nikmat dan kebahagiaan bagi mereka

yang belum mendapatkan keturunan. Marni misalnya, saat penelitian

berlangsung sudah berusia 24 tahun. Pengalamannya menikah di usia

yang masih bisa dikatakan muda yaitu 18 tahun dengan suaminya yang

terpaut dua tahun lebih tua bernama Sarjan, masih belum dikaruniai

keturunan. Wawancara mendalam yang dilakukan pada ibu marni,

menjelaskan upayanya untuk mendapatkan keturunan telah ia lakukan

selama 6 tahun. Selama penantiannya itu, ia sudah beberapa kali

berupaya mengunjungi biang berharap mendapatkan anak. 3 biang

sudah ia kunjungi dan sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda

terjadi kehamilan. Ia menuturkan

“...ke biang ya di urut saja, perutnya. Padahal menstruasi lancar,
awalnya ndak lancar setelah ke dokter lancar. Soalnya suami
ndak ikut jadi ndak periksa semua katanya ada benjolan. Ndak

Page 81

68

pasti soalnya diperiksa luarnya saja. Suami ndak ikut jadi dokter
ndak mau periksa, harus persetujuan suami. Soalnya suami ada
kerja di kebun. Suami umur 26 tahun. Kalau ada ya kepengen.
Tidak terpikir, lupa karena ke kebun, sebenarnya kepengen
(tersenyum)...”

Upaya lain ia lakukan dengan meminum beberapa ramuan.

Misalnya sarang semut di tambah dengan temu lawak, keduanya

direbus. Selain itu, daun sirih digunakan untuk upaya mendapatkan

keturunan yaitu dengan cara direbus dan diminum airnya.

Lain halnya dengan Anti, 28 tahun. Penantian untuk

medapatkan anak baru ia dapatkan setelah menunggu selama 8 tahun.

Tidak berbeda dengan cara yang diupayakan oleh marni, keinginannya

membuahkan hasil setelah ia meminum 6 bungkus jamu yang

dibelinya di toko. Setiap kali minum, ia harus menelan 10 butir jamu

yang berbentuk butiran kecil sebesar biji kacang hijau. 20 butirpun ia

habiskan setiap hari. 10 butir pada pagi hari dan 10 butir pada malam

hari. Anti seolah menjadi acuan bagi marni bagaimana lamanya ia

mendapatkan keturunan. Cara yang dilakukan anti untuk

mendapatkan keturunan juga ditiru oleh marni. Marni masih memiliki

keyakinan bahwa ia masih 6 tahun menunggu, sedangkan anti baru

mendapatkan anak setelah 8 tahun penantian. Bagi marni, harapan itu

masih ada. Kondisi ini dipahami marni sebagai sesuatu yang memang

belum waktunya. Ia percaya bahwa segala sesuatu tidaklah lepas dari

campur tangan yang kuasa. Sehingga apapun yang terjadi, ia terima

dengan lapang dada.

Pasangan lain yang telah 5 tahun belum dikaruniai keturunan

adalah esterlita , 21 tahun dan aldi . ia mengisahkan bahwa tidak ada

satupun dari keluarga yang tidak memiliki anak. Sang kakak dan adik

pun telah dikaruniai keturunan. Cara-cara tradisional menjadi pilihan

awal bagi pasangan ini, seperti datang ke biang dan mengkonsumsi

jamu-jamuan. Namun belum ada tanda-tanda akan memiliki anak.

Sempat juga ada penjual jamu dari jawa yang menawarkan beberapa

Page 159

146

Pesta duka : selamatan memperingati kematian pada

10 atau 14 hari setelah kematian

Pesta muda mudi : acara hiburan setelah acara resepsi

pernikahan

Rica : cabai

Sangadi : kepala desa

Tet : kakek

Toiton : sirkumsisi / khitan

Tonop : sumber air

Page 160

147

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa, atas segala rahmat

yang dicurahkan sehingga pelaksanaan Riset Etnografi Budaya tahun 2015 di

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara bisa

terselesaikan dengan baik. Selesainya kegiatan ini juga tidak lepas dari

bantuan berbagai pihak. Tanpa bantuan teman-teman di lingkungan Badan

Litbangkes dan di daerah penelitian, kecil kemungkinan bagi kami sebagai

tim peneliti dapat menyelesaikan kegiatan ini.

Karena itu, pada kesempatan ini, perkenankan kami

mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada :

1. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan segenap
jajarannya.

2. Kepala Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat dan segenap jajarannya.

3. Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara .
4. Pemerintan Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
5. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

beserta segenap jajarannya.

6. Keluarga yang telah berkenan memberikan izin dan dukungan selama
penelitian berlangsung.

7. Para informan dan teman-teman yang telah membantu
terselenggaranya dan terselesaikannya penelitian ini

Akhirnya kami berharap agar kegiatan yang telah kita lakukan

bersama, akan memberikan manfaat buat kita semua. Amin.

Tim Peneliti

Similer Documents