Download prevalensi hipertensi PDF

Titleprevalensi hipertensi
File Size86.1 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 4

Maj Kedokt Indon, Volum: 59, Nomor: 12, Desember 2009

Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia

Tabel 1. Prevalensi Hipertensi Menurut Provinsi di Indonesia, Riskesdas 2007

Provinsi Prevalensi Hipertensi Cakupan

PU1 95% CI PU2 95% CI PD/O 95% CI Nakes

DI Aceh 30,2 29,2-31,2 25,1 24,2-26,1 10,0 9,4-10,6 33,1

Sumatra Utara 26,3 25,4-27,3 23,1 22,1-24,1 5,4 5,0- 5,8 20,5

Sumatra Barat 31,2 30,3-32,1 27,4 26,4-28,4 8,4 7,9- 9,0 26,9

Riau 34,0 32,4-35,6 29,9 28,3-31,6 8,2 7,4- 8,9 24,1

Jambi 29,9 28,6-31,2 26,9 25,6-28,2 5,5 5,1- 6,0 18,4

Sumatra Selatan 31,5 30,3-32,8 28,3 27,0-29,5 6,3 5,8- 6,7 20,0

Bengkulu 25,1 23,8-26,3 21,0 19,8-22,2 8,3 7,7- 9,1 33,1

Lampung 23,7 22,7-24,7 20,1 19,1-21,1 6,8 6,3- 7,4 28,7

Bangka Belitung 37,2 35,6-38,9 32,3 30,7-34,0 8,9 8,1- 9,7 23,9

Kepulauan Riau 30,3 24,9-36,3 25,8 20,8-31,4 7,7 6,4- 9,1 25,4

DKI Jakarta 28,8 27,5-30,2 23,4 22,0-24,8 9,8 9,1-10,6 34,0

Jawa Barat 29,4 28,8-29,9 25,2 24,6-25,8 9,1 8,8- 9,5 31,0

Jawa Tengah 37,0 36,4-37,6 33,0 32,3-33,6 7,9 7,6- 8,2 21,4

DI Yogyakarta 35,8 34,2-37,5 31,4 29,8-33,1 8,6 7,8- 9,4 24,0

Jawa Timur 37,4 36,9-38,0 33,9 33,3-34,5 7,5 7,2- 7,8 20,1

Banten 27,6 26,2-29,1 23,2 21,8-24,6 8,6 7,8- 9,4 31,2

Bali 29,1 27,7-30,5 26,4 25,0-27,9 5,7 5,1- 6,3 19,6

Nusa Tenggara Barat 32,4 31,0-33,8 29,3 27,8-30,9 6,7 6,0- 7,5 20,7

Nusa Tenggara Timur 28,1 27,1-29,0 26,0 25,0-27,0 5,1 4,7- 5,6 18,1

Kalimantan Barat 29,8 28,4-31,3 25,5 24,1-26,9 8,4 7,7- 9,1 28,2

Kalimantan Tengah 33,6 32,2-35,0 28,5 27,2-29,9 9,7 8,9-10,4 28,9

Kalimantan Selatan 39,6 38,6-40,7 35,0 33,9-36,2 9,5 8,9-10,0 24,0

Kalimantan Timur 31,3 30,2-32,4 26,0 24,9-27,1 9,3 8,7-10,0 29,7

Sulawesi Utara 30,5 28,9-32,1 25,9 24,4-27,5 11,4 10,6-12,3 37,4

Sulawesi Tengah 36,6 35,2-38,1 33,0 31,4-34,5 8,2 7,6- 8,9 22,4

Sulawesi Selatan 29,0 28,1-30,0 26,7 25,7-27,7 5,9 5,6- 6,3 20,3

Sulawesi Tenggara 31,6 30,3-32,9 29,3 27,9-30,6 7,3 6,6- 8,1 23,1

Gorontalo 31,5 30,0-33,1 26,8 25,3-28,4 10,0 8,9-11,3 31,7

Sulawesi Barat 33,9 31,9-36,1 31,9 29,8-34,0 4,7 4,1- 5,5 13,9

Maluku 29,3 27,7-30,9 27,4 25,8-29,1 4,4 3,8- 5,1 15,0

Maluku Utara 28,4 26,4-30,5 25,8 23,9-27,9 5,2 4,6- 5,8 18,3

Papua Barat 20,1 18,3-22,1 17,6 15,9-19,5 7,1 6,0- 8,4 35,3

Papua 22,3 20,9-23,8 20,7 19,3-22,1 4,2 3,6- 4,8 18,8

Indonesia 32,2 31,9-32,4 28,3 28,1-28,6 7,8 7,7- 8,0 24,2

Keterangan : PU1: Prevalensi berdasarkan pengukuran dan termasuk kasus yang sedang minum obat hipertensi

PU2: Prevalensi berdasarkan pengukuran, tanpa kasus yang sedang minum obat hipertensi

PD/O: Prevalensi berdasarkan diagnosis oleh tenaga kesehatan dan/atau minum obat hipertensi

Cakupan Nakes: Proporsi kasus hipertensi yang telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan dan/atau minum

kesehatan terhadap hipertensi adalah 24,2%, dan dua

provinsi dengan cakupan tenaga kesehatan yang cukup

tinggi adalah Sulawesi Utara (37,4%) dan Papua Barat

(35,3%), sedangkan terendah ditemukan di Sulawesi Barat

(13,9%). Perlu diketahui Provinsi Kalimantan Selatan yang

mempunyai prevalensi hipertensi tertinggi ternyata cakupan

tenaga kesehatan hanya 24,0%. Hal ini berarti bahwa masih

ada 76,0% kasus hipertensi di masyarakat belum terdiag-

nosis.

Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa proporsi kelompok

usia 45-54 tahun dan lebih tua selalu lebih tinggi pada

kelompok hipertensi dibandingkan kontrol. Kelompok usia

25-34 tahun mempunyai risiko hipertensi 1,56 kali di-

bandingkan usia 18-24 tahun. Risiko hipertensi meningkat

bermakna sejalan dengan bertambahnya usia dan kelompok

usia >75 tahun berisiko 11,53 kali. Berdasarkan jenis kelamin,

proporsi laki-laki pada kelompok hipertensi lebih tinggi

dibanding kontrol dan laki-laki secara bermakna berisiko

hipertensi 1,25 kali daripada perempuan. Berdasarkan jenjang

pendidikan, analisis multivariat mendapatkan responden yang

tidak bersekolah secara bermakna berisiko 1,61 kali terkena

hipertensi dibandingkan yang lulus perguruan tinggi, dan

risiko tersebut menurun sesuai dengan peningkatan tingkat

pendidikan. Sementara berdasarkan pekerjaan, proporsi

responden yang tidak bekerja dan Petani/Nelayan/Buruh,

ditemukan lebih tinggi pada kelompok hipertensi dibanding

kontrol. Proporsi hipertensi terendah ditemukan pada

responden yang bersekolah dan responden yang tidak

bekerja mempunyai risiko 1,42 kali terkena hipertensi

dibandingkan responden yang bersekolah. Berdasarkan

tempat tinggal, proporsi responden yang tinggal di desa lebih

tinggi pada kelompok hipertensi daripada kontrol. Namun

583

Similer Documents