Download REF PDF

TitleREF
File Size766.2 KB
Total Pages12
Document Text Contents
Page 2

Widyanto Murprasetyo, Budi Sulistianto



180

Penamaan bagian-bagian ban diberikan pada

Gambar1 dan beberapa bentuk kerusakan ban

ditunjukkan pada Tabel 1.



Tabel 1. Jenis-jenis kerusakan ban

(Sumber: Bridgestone Off-Road Tire Damage Inspection Guides, 2005)

1
Cut

Separation



Pemisahan pada bagian tread ban, disebabkan oleh

eksternal cut.

2
Impact

Break



Casing pecah akibat adanya tekanan keras/kejutan pada

casing, yang disebabkanadanya benturan dengan benda-

benda besar dan keras.

3
Side Wall

Cut



Sobekan pada sisi ban akibat membentur benda tajam.

4
Irregular

Wear



Keausan tidak merata/asymetric pada tread, yang

disebabkan oleh:

 Kondisi suspensi yang tidak rata/tidak sama

 Rotasi ban yang kurang tepat waktu

 Axle-beam/ poros ban bengkok

5
Shoulder

Cut



Cut/potongan di daerah shoulder, akibat terpotong atau

tergores material-material asing.

6
Heat

Separation



Separasi antara tread dan belt akibat temperatur tread

berlebih, yang disebabkan oleh:

 TKPH operasi berlebih

 Tekanan angin rendah

 Over loading

 Tekanan suspensi yang tidak seimbang

7 Run Flat



Kerusakan casing akibat ban berjalan dalam kondisi kurang

tekanan angin.

Page 12

Widyanto Murprasetyo, Budi Sulistianto



190

boleh dilakukan berlebihan, sebab

dapatmengakibatkan unit truk slip dan

operator kehilangan kontrol saat

mengemudikan unit.

Selain itu pengawasan operasi juga

diperlukan, yaitu meliputi pencegahan

operator dump truck terlalu mundur

(Overbackwarding), pencegahan manuver

yang kasar, pencegahan melindas batu, dan

pencegahan parkir dengan ban dalam

keadaan berbelok.

V. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan,

dapat disimpulkan bahwa nilai TKPHaktual di

lapangan tidak melebihi nilai TKPHrating,

umur rata-rata Bridgestone paling tinggi

sebesar 7.571 jam dengan 3 unit ban yang

mencapai umur target 9000 jam, dan nilai

TUR rata-rata 58,5%, sedangkan ban

Belshina sebesar 3089 jam dengan 1 unit

ban yang mencapai target 5.000 jam, dan

nilai TUR rata-rata 40,16%.Penyebab

kerusakan terbesar pada ban adalah

kerusakan akibat kondisi jalan/lapangan

yang kurang baik (road hazard). Oleh

karena itu,perbaikan kondisi loading point

dengan penggunaan dozer untuk membantu

excavatordan perawatan jalan dengan

grader, perlu dilakukan secara optimal,

sehingga sebaran potongan material dan

undulasi permukaan kerja dapat

diminimalisasi.



UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis menyampaikan terima kasih pada

manajemen PT. BUMA site Sebuku yang

telah memberikan kesempatan untuk

melakukan pengumpulan data, dan teman-

teman di Lab. Perencanaan Tambang dan

Lab. Geomekanika FTTM-ITB yang telah

memberikan bantuannya selama

penyelesaian penelitianini.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, 2002. Dasar-Dasar Ban, PT
Bridgestone Tires Indonesia.

2. Anonim, 2005. Bridgestone Off Road
Tire Seminar, Jakarta.

3. Anonim, 2006. Data Book Off Road
Tires, Bridgestone Operation

Department, Bridgestone Corp., Tokyo,

Japan.

4. Anonim, 2005. Bridgestone Off Road
Tire, Damage Inspection Guide, Bukit

Makmur.

5. Anonim, 2005.Specification Handbook,
26

th
Edition, Komatsu, Tokyo, Japan.

Similer Documents