Download Sea Trial PDF

TitleSea Trial
File Size620.1 KB
Total Pages41
Document Text Contents
Page 1

SEA TRIAL
PROCEDURES BY LR (LLOYD’S REGISTER) 

ABSTRACT 
Yaitu pengujian performa kapal, yang dilakukan oleh 

owner kapal, pihak galangan, dan  juga badan kapal, 

Pengujiannya  meliputi:  kecepatan,  manuver, 

penurunan  dan  penarikan  jangkar,  pemadam 

kebakaran, dan yang menyangkut keseluruhan fungsi 

peralatan dan perlengkapan di kapal pada saat nanti 

kapal berlayar 

Kelompok 5

Page 2

SEA TRIAL  KELOMPOK 5 

 



DAFTAR ISI


DAFTAR ISI ............................................................................................................................................................................. 1 
KATA PENGANTAR .............................................................................................................................................................. 2 
DEFINISI ..................................................................................................................................................................................... 3 
1.  STARTING TEST ........................................................................................................................................................... 3 
2.  STOPPING TRIALS (STOP INERTIA) ............................................................................................................................. 6 
3.  PROGRESSIVE SPEED TRIAL ........................................................................................................................................ 7 
4.  CRASH STOP ASTERN AND CRASH STOP AHEAD TEST ............................................................................................ 11 
5.  TURNING CIRCLE MANEUVERING TRIALS ............................................................................................................... 12 
6.  ZIG-ZAG MANEUVERING TRIALS ............................................................................................................................. 13 
7.  STEERING GEAR TEST ............................................................................................................................................... 14 
8.  ANCHORING TEST ...................................................................................................................................................... 18 
9.  BLACK OUT TEST ...................................................................................................................................................... 20 
10.  ENDURANCE TEST...................................................................................................................................................... 21 
11.  NOISE AND LOCAL VIBRATION TEST ........................................................................................................................ 25 
12.  FIRE FIGHTING TEST ................................................................................................................................................. 29 
13.  LIFE SAVING APPLIANCES TEST ............................................................................................................................... 35

Page 20

SEA TRIAL  KELOMPOK 5 

 

19 

Kemungkinan lain yang dapat digunakan, yaitu dengan menggunakan prototype dari winch

yang sesuai untuk di uji, keputusan akan di berikan jika hasil dari uji tersebut dapat diterima.

Tabel 2

Test Test load

Static brake — Primary 100% anchor line break strength (or 80% where stopper fitted. See

5.5.1)

Static brake — Secondary 50% Anchor line break strength

Stopper (where fitted) 100% Anchor line break strength

Motor stall test Specified stall load



2. Jenis Tes

 Loading Test

Mesin windlass harus diuji dari fungsinya bertujuan untuk mengangkat sampai 55 m

(2 fathoms) rantai dari bagian di mana 82,5 m (3 fathoms) rantai jangkar terendam

dan bebas ditangguhkan sampai rantai jangkar diangkat kembali.

 Rantai Drum Drum Brake Test

Rantai drum brake harus diuji dengan menjatuhkan jangkar di setiap kira-kira ½

fathoms rantai untuk mengkonfirmasikan jangkar dalam keadaan aman dan

pegagangan atau holding rantai jangkar dengan cara pengereman rantai drum.

Gambar Rangkaian Rantai Jangkar :

 

 

 

 

 

 

 

 

 



3. Prosedur Pengujian

 Drop atau menurunkan jangkar kanan dengan melepaskan rem mesin windlass,

sekitar 82,5 m (3 fathoms) dari kanan jangkar rantai harus jatuh ke air. Sementara

pada saat menjatuhkan jangkar, rem drum jangkar harus diuji.

Bagan 6

Page 21

SEA TRIAL  KELOMPOK 5 

 

20 

 Pengangkatan jangkar 55 m (2 fathoms) dari kanan rantai jangkar dengan cara

menarik dengan mesin windlass.

 Drop atau menurunkan jangkar kiri dengan melepaskan rem mesin windlass, sekitar

55 m (2 fathoms) dari kiri jangkar rantai harus jatuh ke air. Sementara pada saat

menjatuhkan jangkar, rem drum jangkar harus diuji.

 Hoist 27,5 m (1 fathoms) rantai jangkar kiri kapal ditarik dengan menggunakan

mesin windlass.

 Hoist 27,5 m (1 fathoms) kedua rantai jangkar ditarik bersamaan dengan jangkar

lainnya.



9. Black Out Test

Pada pengetesan ini dilakukan selama percobaan di laut, untuk menjamin keselamatan kapal

atas hilangnya daya listrik untuk memulai otomatis dan menghubungkan Main Switch Board dan

Standby Generator.

Item Pengukuran

Diperlukan waktu untuk memulai dan untuk menghubungkan Main Switch Board dan standby

generator setelah kehilangan catu daya listrik (Electric Power Supply).

a. Pada saat sebelum Black-out

1. Propulsion Unit M.E yaitu mengukur daya pada main engine ketika mesin sedang bekerja

yang dilakukan pada surveyor.

2. Electric Power supply yaitu mengukur daya operasi generator ketika mesin sedang bekerja

yang dillakukan pada surveyor.

b. Pada saat Black-Out

1. Emergency stop M.E yaitu mematikan system pada main engine secara otomatis dan manual

yang dilakukan oleh surveyor.

2. Standby Generator yaitu memindah alihkan funsi system generator ke emergency generator

dimana emergency generator memiliki daya sendiri untuk melakukan evakuasi.

c. Pada saat setelah Black-Out

1. Steering gear yaitu menstarting motor hydraulic untuk menggerakkan & memfungsikan

kembali steering gear.

2. Pumps yaitu menggerakkan kelistrikan pada motor pompa

3. Compressors yaitu menggerakkan kelistrikan pada motor compressors

4. Engine Room Fans yaitu menggerakkan kelistrikan pada motor ER fans

5. Miscellaneous (Peralatan lainnya)

Page 40

SEA TRIAL  KELOMPOK 5 

 

39 

 Life craft

 Berdasarkan SOLAS chapter III section III

regulation 31.2 mengatakan bahwa life craft yang

terpasang di tiap sisi kapal harus mampu memuat

keseluruhan orang yang ada di kapal tersebut.



 Untuk life boat jenis free fall terpasang 1 yang

diletakkan dibagian buritan kapal dengan

ketentuan harus mampu memuat keseluruhan

personil kapal

 Rocket parachute flare

 Berdasarkan SOLAS chapter III part B regulation

6.3 mengatakan minimal tersedianya rocket

parachute flare tidak kuarang dari 12 roket. Maka

pada kapal ini rocket parachute flare di letakkan di

navigation deck.



 Survival craft portable radio

 Berdasarkan SOLAS chapter III part B regulation

6.2.1.1 di katakan untuk peletakan survival craft

portable radio minimal 3 yang mana 2 di letakkan

di navigation deck dan yang 1 diletakkan di

survival craft.



 Life jacket

 Berdasarkan SOLAS chapter III part B regulation

7.2.2 mengatakan jumlah life jacket harus sesuai

dengan jumlah orang yang berada pada kapal

tersebut dimana peletakkannya harus bisa terlihat

oleh setiap orang yang ada di kapal tersebut guna

untuk nantinya dipakai ketika menaiki survival

craft.

Page 41

SEA TRIAL  KELOMPOK 5 

 

40 

 Immersion suit

 Berdasarkan SOLAS chapter III regulation 32.3.2

mengatakan minimal ada 3 immersion suit yang

tersedia.





 Evacuation

 Jalur evakuasi ini sangat penting untuk mempermudah nantinya jika

akan dilakukan penyelamatan dengan lifeboa

Similer Documents