Download sepsis PDF

Titlesepsis
File Size411.3 KB
Total Pages25
Document Text Contents
Page 12

g. Fungsi hemostatik: diperiksa secara klinis dengan mencari ada atau

tidaknya memar-memar. perdarahan spontan, misalnya pada tempat-tempat

pungsi vena, menimbulkan dugaan adanya kegagalan system hemostatik,

yang membutuhkan tambahan produk darah.

(Davey, 2002)

Sepsis memiliki definisi sebagai SIRS dengan penyebab infeksi yang jelas

disertai dengan dua atau lebih kriteria SIRS. Adapun beberapa kriteria SIRS,

yaitu:

1. Temperature lebih tinggi dari 38ºC atau kurang dari 36ºC

2. Takikardia, dengan HR (Heart Rate) >90 beats/minute

3. Tachipne RR >20 kali/menit

4. White cell count > 12000 per mm
3
atau <4000 per mm

3


(Saene et al, 2005).

Tabel 2. Perbedaan Sindroma Sepsis dan Shock Sepsis

Sindrome Sepsis Shock Sepsis

Takipenia, respirasi 20x/m

Takikardi 90x/m

Hipertermi 38C

Hipotermi 35.6

C

Hipoksemia

Peningkatan laktat plasma

Oliguria, Urinne 0.5 cc/kgBB

dalam 1 jam

Sindroma sepsis ditambah dengan gejala :

Hipotensi 90 mmHg

Tensi menurun sampai 40 mmHg dari

baseline dalam waktu 1 jam

Membaik dengan pemberian cairan dan

penyakit shock hipovolemik. infrak

miokard dan emboli pulmonal sudah

disingkirkan

(Japari, 2002)



2.6 Penegakan Diagnosis

Syok septik dapat di diagnosis melalui riwayat sepsis generalisata atau

lokalisata yang ditandai dengan tahap hiperdinamik bersama dengan

freaksiimmunologi terhadap endotoksin. Selama tahap ini, terlihat kenaikan

curah jantung, TD, dan kecepatan denyut serta berkurangnya pengeluaran

urine, tahanan perifer dan perbedaan oksigen artei-vena. Alkalosis respirasi

Page 24

DAFTAR PUSTAKA



Andrianto, Petrus dan Timan I.S. 1992. Buku Ajar Bedah Bagian. Jakarta Penerbit

Buku Kedokteran EGC.

Bakta dan Suastika. 1999. Gawat Darurat di Bidang Dalam. Jakarta: Penerbit

Buku Kedokteran EGC.

Cohen, Jonathan. 2002. The Immunopathogenesis of Sepsis. Nature, Vol. 420.

Davey, Patrick. 2002. At a Glance Medicine. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Gupta Lall, Roshan. 2003. Textbook of Surgery. India : Gopsons Paper Ltd.

Helms, R. A, D. J. Quan, E. T. Herfindal and D. R. Gourley. 2006. Textbook of

Therapeutic Drug and Disease Management 8
th

Edition. USA: Lippincott

Williams & Wilkins.

Irawan, Danny, dkk, 2012. Profil Penderita Sepsis Akibat Bakteri Penghasil

Penderita Sepsis Akibat Bakteri Penghasil ESBL. J Peny Dalam, Vol. 13,

No.1.

Japardi, Iskandar. 2002. Manifestasi Neurologik Shock Sepsis. USU Digital

Library.

Jawad, et al. 2012. Assessing Available Information On The Burden Of Sepsis:

Global Estimates Of Incidence, Prevalence and Mortality. Journal of

Global Health. Vol. 2 No. 1. 010404.

Manuaba, I.B.G., C.Manuabadan F. Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri.

Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Moore, Laura J dan Frederick A. Moore. 2012. Epidemiology of Sepsis in

Surgical Patients. Elsevier Inc. Surg Clin N Am, 92 (2012) 1425–1443.

Otto, Shirley E. 1996. Buku Saku Keperawatan Onkologi. Jakarta: Penerbit Buku

Kedokteran EGC. hal 291, 293, 294, 295.

Saene, H. K. F. V., Silvestri L. and M. A. De la Cal. 2005. Infection Control in

The Intensive Care Unit 2
nd

Edition. Italy. Springer-Verlag.

Sharland, Mike. 2011. Oxford Specialist Handbooks In Paediatrics: Manual Of

Childhood Infection The Blue Book. New York: Oxford University Press.

Similer Documents