Download Tugas Manajemen Hazard Dan Risk Dalam Asuhan Keperawatan Kel 2 Revisi PDF

TitleTugas Manajemen Hazard Dan Risk Dalam Asuhan Keperawatan Kel 2 Revisi
File Size469.9 KB
Total Pages23
Document Text Contents
Page 12

Untuk mengetahui besaran bahaya dan risiko tertentu diperlukan pengukuran dengan

menggunakan alat ukur menurut jenis bahaya dan risiko yang ada.



1. Pengkajian Risiko dan Hazard dalam Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian

Pengkajian keperawatan didefinisikan sebagai pemikiran dasar dari proses

keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang

klien, agar dapat mengidentifikasi, mengenali masalah – masalah, kebutuhan

kesehatan dan keperawatan klien, baik fisik, mental, sosial dan lingkungan

(Effendy, 1995 dalam Fitriyanti, 2012).



2. Contoh Risiko dan Hazard bagi Perawat saat Melakukan Pengkajian

a. Pelecehan verbal saat berkomunikasi dengan pasien dan keluarga.

b. Kekerasan fisik pada perawat ketika melakukan pengkajian.

c. Pasien dan keluarga acuh tak acuh dengan pertanyaan yang diajukan

perawat.

d. Risiko tertular penyakit dengan kontak fisik maupun udara saat

pemeriksaan fisik.

e. Perawat menjadi terlalu empati dengan keadaan pasien dan keluarganya.



Dalam mengkaji pasien, perawat harus menyadari akan adanya risiko dan

hazard yang mungkin mereka dapatkan. Berbagai macam upaya perlu

dilakukan sebagai tindakan pencegaha. Upaya – upaya tersebut dapat

dilakukan baik dari pihak manajemen rumah sakit. Berikut beberapa upaya

yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik dan verbal

pada perawat saat melakukan pengkajian :

a. Perawat harus melaporkan setiap adanya tindakan kekerasan dalam bentuk

apapun kepada pihak rumah sakit.

b. Memberikan pengertian kepada pasien agar memperlakukan sesama

manusia dengan dasar martabat dan rasa hormat.

c. Dalam melakukan kontak kepada pasien, perawat seharusnya menjadi

pendengar yang baik. Salah satu teknik pengumpulan data pada

pengkajian adalah wawancara. Saat melakukan wawancara, perawat harus

mampu menempatkan diri sebagai tempat curhat pasien sebaik mungkin.

d. Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada perawat tentang cara

menghindari tindakan kekerasan verbal dan fisik.

Similer Documents